UPT. PENGEMBANGAN BAHASA

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Lewat Webinar VIRAL 4, UPT Pengembangan Bahasa IAIN Kendari Kenalkan IDLE Sebagai Model Belajar New Normal

Salah satu isu yang menjadi tantangan bagi pendidikan formal di era new normal adalah pembelajaran digital melalui berbagai platform yang sudah sangat beragam dan semakin mudah diakses. Dengan ponsel pintar yang sekarang ini sudah menjadi perangkat tak terpisahkan dari keseharian peserta didik, kebiasaan tersebut menjadi kesempatan bagi pendidik untuk merancang proses pembelajaran yang menyertakan aktivitas digital yang menarik. Sehingga alih-alih menjauhkan peserta didik dari ponsel pintar atau perangkat digital lain di sekitar mereka, pendidik justru memanfaatkannya untuk aktivitas positif.

Pembicara dan para peserta webinar di meeting room aplikasi Zoom

Tertarik dengan tren baru ini, UPT Pengembangan Bahasa IAIN Kendari melalui serial webinar VIRAL mengundang Prof. Ju Seong Lee dari Education University of Hong Kong dan Dr. Nur Arifah Drajati, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret menjadi pembicara pada VIRAL episode 4 yang mulai tayang mulai pukul 09.00 pagi ini melalui aplikasi Zoom Meeting. Episode yang dipandu oleh Dewi Atikah, M.TESOL ini mengangkat tajuk Informal Digital Learning Environment (IDLE) in Teaching and Learning Language: Theory and Practice.

Dewi Atikah, M.TESOL sebagai moderator webinar VIRAL Episode 4

Memulai sesi seminar, Prof. Lee menjelaskan bagaimana instrumen pembelajaran mempengaruhi progres belajar dari peserta didik. IDLE secara khusus memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menemukan bukan hanya kondisi belajar namun juga penyesuaian diri terhadap target dan komponen pembelajaran. Prof. Lee, dalam pemaparannya, banyak menyajikan kasus yang pernah dan sedang beliau dalami. Beberapa kasus yang ditampilkan, baik melalui presentasi seminar atau rekaman data penelitian memperlihatkan bagaimana peserta didik menemukan gairah (passion) belajarnya melalui respon otomatis dari konten media yang sedang dihadapinya.

Prof. Lee saat menyampaikan materi webinar.

Pendidik dan orang tua dapat bekerjasama membangun situasi di mana peserta didik merasa nyaman bahkan tidak merasa sedang dalam proses pembelajaran formal. Menurut Prof. Lee, aplikasi pembelajaran sudah sangat beragam dan berkembang dengan pesat terutama pada bagian tatap muka (interface) yang semakin interaktif. Beberapa aplikasi belajar bahasa asing seperti Duolingo memiliki instruksi yang sangat mudah dipahami oleh pembelajar di usia dini. Fakta bahwa generasi sekarang sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan digital menjadikan IDLE sangat relevan untuk diterapkan.

Salah satu kasus yang menjadi bahan studi Prof. Lee yang ditampilkan kepada peserta webinar.

Pada bagian selanjutnya, Dr. Nur Arifah mengatakan bahwa generasi peserta didik masa kini sudah tidak dapat dipisahkan dari ponsel mereka. Beliau menyebutkan bahwa ini sudah menjadi bagian dari perilaku yang harus diadaptasi oleh pendidik untuk tujuan yang lebih positif. Selanjutnya, Dr. Nur Arifah menjelaskan konsep Kompetensi Antar-Budaya Komunikatif yang perlu mendapat perhatian ketika menerapkan IDLE saat proses pembelajaran. Banyak aktivitas kelas yang beliau jelaskan secara rinci yang dapat diimplementasikan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana peserta didik menyesuaikan diri di pergaulan global.
Dr. Nur Arifah menegaskan bahwa komunikasi antar-budaya merupakan agenda pembelajaran bahasa asing yang mesti menjadi target pembelajaran. Bahasa menjadi gerbang bagi pengenalan keberagaman budaya dan dapat menjadi petunjuk awal bagi peserta didik untuk membangun perangai berbudaya di pergaulan global.

Pembicara webinar, Dr. Nur Arifah, memulai sesi materi bagian dua.

Pemahaman dan pertukaran budaya yang difasilitasi ole pembelajaran digital bahkan dapat diangkat menjadi topik bahasan atau bahan diskusi di antara peserta didik. Lagipula, beberapa aplikasi pembelajaran bahasa sudah dilengkapi dengan fitur media sosial yang memungkinkan peserta didik untuk menjalin persahabatan dengan sesama peserta didik dari belahan dunia lainnya. Selain itu, mereka bisa saling bantu dan saling mengoreksi kesalahan berbahasa namun tetap memperhatikan etika pergaulan global.

Salah satu slide yang ditayangkan Dr. Nur Arifah kepada peserta webinar.

Kepala UPT Pengembangan Bahasa IAIN Kendari, Dr. Ahmad, M.Th.I., menjelaskan bahwa webinar dengan tajuk ini sejalan dengan visi dan misi lembaga yang dipimpinnya untuk memberi wawasan bagi pembelajaran bahasa asing baik di lingkungan akademik IAIN Kendari maupun secara umum. Bagi yang tidak sempat mengikuti sesi seminar daring di ruang pertemuan (meeting room) aplikasi Zoom, webinar VIRAL Episode 4 ini juga dapat diakses melalui Kanal Youtube di tautan berikut:

Sesi Webinar VIRAL Episode 4 Di Situs Youtube.

Bagi peserta webinar yang sebelumnya telah melakukan registrasi melalui tautan yang disebar dan kembali melakukan registrasi ulang sebelum sesi webinar berakhir melalui formulir Google Form dapat mengunduh sertifikat pada tautan berikut:

https://drive.google.com/drive/folders/1HHaDeh9XvBucu1Ak93fFkfVLgpLEDB8u?usp=sharing